Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Februari 2012

Kecerdasan Anak Berasal dari Orang Tua


Sebuah penelitian yang dilakukan di Inggris dan Skotlandia menyimpulkan orangtua mewariskan setengah kecerdasan pada anak. Inilah salah satu evolusi manusia yang luar biasa.
Orang tua mana yang tidak mengharapkan anaknya cerdas dan pintar? Hampir semua orang tua mengharapkan hal tersebut. Namun sadarkah para orang tua bahwa kecerdasan yang dimiliki anaknya juga berasal dari orang tuanya?
Penelitian yang ini merupakan hasil yang diperoleh dari 3.500 responden yang tinggal di Inggris dan Skotlandia. Para responden dianaliss untuk diselidiki setengah juta penanda genetik dan perubahan kecil yang terjadi pada DNA-nya. Peneliti juga memeriksa hasil penelitia dan tes kecerdasan, serta dilengkapi dengan data pendidikan para responden.
Penelitian ini menunjukkan bahwa 40 persen kecerdasan yang dimiliki anak termasuk jenis kecerdasan kristal, atau dikenal dengan istilah ilmiahnya crystallised-type intelligence. Kecerdasan kristal ini yakni kemampuan memperoleh pengetahuan dan keterampilan selama bertahun-tahun yang tersimpan dalam gen manusia.
Jenis kecerdasan lainnya yakni kecerdasan cair atau fluid-type intelligence. Kecerdasan cair ini yakni kemampuan bernalar dan berpikir abstrak yang bekerja dibawah tekanan perintah dari gen. Penelitian yang dipublikasikan melalui The Journal Molecular Psychiatry menyimpulkan bahwa, ada 51 persen kemampuan berpikir ‘outside the box’ (kemampuan berpikir keluar dari aturan) manusia, berada di bawah kekekuasaan gen.
Sebelumnya ada penelitian dari Peter Visscher yang bekerja di Queensland Institute of Medical Research, Australia. Penelitian Peter Visscher ini menghasilkan jawaban bahwa, banyak gen yang ikut peran pada kecerdasan anak.
Kepala penelitian Profesor Ian Deary dari University of Edinburgh menyebutkan banyak faktor yang terlibat dalam kecerdasan anak. Perbedaan pada kecerdasan yang dimiliki oleh setiap individu berkaitan sekali dengan faktor-faktor kehidupan. Misalnya berhubungan dengan pendidikan, pekerjaan, penghasilan, kesehatan dan faktor usia.
Walau pun begitu, Deary menjelaskan bahwa penelitian yang dilakukannya secara tegas menyatakan sebagian besar perbedaan tingkat kecerdasan pada masing-masing individu lebih karena variasi genetik.
Keterbatasan materi tidak selalu menjadi pembatas tingkat intelektualitas seseorang. Boleh jadi kecerdasan yang dimilikinya merupakan hasil warisan dari kecerdasan orang tuanya. Penelitian ini juga menunjukkan perbedaan kecerdasan manusia dan simpanse, meski secara genetik sama.
sumber http://www.psikologizone.com

Rabu, 11 Januari 2012

Cara Melatih Kemampuan Komunikasi Pada Bayi


Beberapa orang tua tidak berbicara dengan bayi mereka dalam beberapa bulan pertama atau bahkan di tahun pertama. Mereka menunggu hingga bayi mengeluarkan kata-kata pertamanya untuk memulai melakukan banyak percakapan dengan bayi. Akan tetapi, adalah suatu gagasan baik yang tidak perlu diragukan lagi bagu orang tua untuk memulai berbicara dengan bayi mereka sejak dini. Pelajaran bahasa terbaik terjadi ketika percakapan dimulai sebelum bayi memiliki kemampuan atas pembicaraan pertama yang dapat dipahaminya. Untuk menjamin pengajaran bahasa yang baik sejak awal, adalah penting bebicara dengan cara-cara yang istimewa dengan bayi. Metode yang istimewa ini meliputi pengidentifikasian atas apa yang sedang bayi perhatikan pada saat tertentu.] Hal penting lain bagi orang tua yang tertarik untuk meningkatkan perkembangan bahasa bayi adalah melihat dan memperhatikan ucapan bayi mereka. Juga penting bagi orang tua untuk bertindak seolah-olah mereka memahami kata-kata balita mereka walaupun mereka tidak memahaminya. Ingat juga bahwa kesenangan, perhatian dan suasana gembira yang memotivasi balita untuk berbicara lebih dini.
Daftar Rujukan
Santrock.John.2005. Life Spand Development. Erlangga. Jakarta

Minggu, 18 Desember 2011

Bagaimana Mengasuh Anak Sejak Balita?



Keluaga merupakan lingkungan hidup pertama bagi anak. keadaan keluarga sangat menentukan perkembangan anak kedepanya. yang jadi permasalahan sekarang adalah banyak dari orang tua yang salah dalam menerapkan pola asuh yang tepat bagi anak mereka. jadi sebenernya bagaimana sih pola asuh yang tepat untuk anak???

Hal pertama yang harus diperhatikan adalah bagaimana hubungan kelekatan antara anak dengan pengasuhnya. yang dimaksud kelekatan disini adalah hubungan emosional antara anak dengan pengasuhnya, pengasuh terutama disini adalah orang tua dan anggota keluarga terdekat lainya yang hidup secara bersama-sama dengan si anak misalanya kakek, nenek, bibik dll. Bayi yang memiliki kelekatan yang kuat dengan pengasuhnya akan cendrung tumbuh menjadi individu yang lebih percaya diri, bersemangat, mudah bergaul, mandiri. hal inilah yang sangat menentukan prestasi si anak nantinya dibangku pendidikan. sedangkan anak yang memiliki kelekatan rendah atau tidak memiliki kelekatan dengan pengasuhnya akan tumbuh menjadi individu yang kaku, sulit bergaul, dan cendrung berperilaku agresi. Lalu sekarang bagaimana menciptakan kelekatan yang kuat???

Bagi para pengasuh khususnya orang tua, kasih sayang merupakan hal yang terpenting dalam membentuk hubungan kelekatan. dengan memberikan kasih sayang bayi akan merasa nyaman. perilaku orang tua atau pengasuh yang positif juga menyumbangkan pengaruh penting, seperti dalam teori Albert Bandura saslah satu cara belajar adalah dengan meniru (modeling) dalam hal ini yang paling ditiru oleh bayi adalah orang tuanya sehingga perilaku sehari-hari orang tua juga sangat berperan penting dalam perkembangan bayi. banyak dari orang tua yang masih menganiyaya bayi merka sendiri baik secara fisik maupun psikologis, seperti pemberian gizi yang kurang pada bayi, penyediaan pakaian dan tempat tinggal yang kurang layak. dari segi psikologis misalnya kurang memberikan kasih sayang, sering marah-marah, pertengkaran orang tua sehingga menimbulkan kecemasan yang tinggi pada si bayi. inilah yang memicu hubungan kelekatan yang rendah atau bahkan tidak ada sama sekali antara bayi dengan oranga tua/pengsuhnya karena bayi tidak merasa nyaman dilingkungan tersebut dan menganggap lingkungan keluarga seperti ini sebagai ancaman.
 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India