Kamis, 29 Desember 2011

Cara Kerja Sistem Saraf


Sistem saraf terbuat dari sel-sel saraf yang disebut neuron. Neuron-neuron saling berkomunikasi satu sama lain atau menyalurkan “pesan”. Pesan-pesan tersebut bersumber dari peristiwa-peristiwa yang beragam rentangnya, mulai dari merasa gatal karena digigit, mengkoordinasikan suatu gambar pandangan dan otot-otot daro peseluncur, dalam kasus halusinasi mendengar atau melihat suatu yang sesungguhnya tidak ada.
Setiap neuron memiliki badan sel atau soma, dendrit-dendrit dan sebuah akson. Badan sel memuat nukleus sel dan memetabolisme oksigen untuk membawa hasil kerja dari sel. Benang-benang pendek yang disebut dendrit keluar dari badan sel untuk menerima pesan-pesan dari neuron di sampingnya. Setiap neuron memiliki satu akson yang keluar seperti batang dari badan sel. Akson-akson dapat memanjang hingga beberapa centi apabila menyampaikan sesuatu antara jari kaki dan tulang belakang. Akson-akson tersebut dapat bercabang dan tertuju dalam berbagai arah. Akson berakhir pada struktur percabangan kecil yang disebut dengan terminal. Tonjolan yang disebut knobs ditemukan ditemukan pada ujung terminal akson.
Neuron menyampaikan pesan dalam satu arah, dari dendrit atau badan sel sepanjang akson ke terminal akson. Pesan-pesan kemudian disampaikan dari knob terminal ke neuron-neuron lain, otot-otot atau kelenjar-kelenjar. Neuron memancarkan pesan ke neuron-neuron yang lain melalui substansi kimia yang disebut neurotransmitter. Neurotransmitter mengakibatkan perubahan kimia pada neuron penerima, Perubahan-perubahan tersebut menyebabkan akson mengirimkan pesan dalam bentuk listrik. Persimpangan antara neuron pemancar dengan suatu neuron penerima disebut sinapsis. Neuron pemancar diistilahkan dengan prasinaptik.Neuron penerima disebut sebagai pascasinaptik. Sebuah sinapsis terdiri dari terminal akson dari neuron pembawa, dendrit dari neuron penerima, dan sebuah celah kecil berisi cairan antar keduanya yang disebut celah sinapstik. Pesan tidak meloncat ke celah sinapsis seperti kembang api. Namun, terminal akson melepaskan neurotranmitter ke arah seperti banyak kapal yang meluncur ke laut. Setiap jenis neurotransmitter memiliki struktur kimia yang berbeda, Setiap jenis hanya akan sesuai dengan satu jenis pelabuhan, atau tempat penerima, apda neuron penerima, Pikirkanlah analogi antara gembok dan kunci. Hanya kunci yang tepat (neurotransmitter) bekerja pada gembok menyebabkan neuron pascasinaptik meneruskan pesan. Sekali dilepaskan, beberapa molekul dari neurotransmitter mencapai tempat-tempat penerima neuron-neuron lain. Neurotransmitter yang “lepas” mungkin dipecah pada celah sinaptik oleh enzim-enzim atau diabsorbsi kembali oleh terminal akson (suatu proses yang disebut penyerapa kembali (reuptake) sehingga mencegah sel penerima terus terbakar.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Hot Sonakshi Sinha, Car Price in India